Powered By Blogger

Selasa, 10 Februari 2015

Demi Masa

Sayang, dunia ini sementara,
Waktu kita sungguh ada tepinya,
Kemarin sua, hari ini bercinta, besok sampai jumpa,
Ahh, demi masa..

Kita mulai mencari celah,
Salah ini milik siapa?
Ketimbang menangisi rindu,
Mending benci dipicu,
Begitulah cara kita melangkah pergi,
Demi masa,

Sampai jumpa.

Ritual Dusta

                                                                         
Tanganmu mengkilat bak ujung mata kunci,
Wajahku  melongo bodoh layaknya lubang gembok,
Kita tahu bagaimana kisahnya,
Layaknya kunci yang membuka misteri,
Tangan yang membatu dikutuk amarah,
Membuka dusta yang perlahan meluncur dari lidah,
Pakk! Pokk! Pakk!!..

Begitulah ritual kita..

Serigala II

Purnama seindah kuning telur mata sapi,
Tubuhmu seharum wangi anggur,
Aku lapar,
Cuma ada kamu yang berbaring pasrah disisiku,
Memang, Cuma kamu yang sudi.

Sayang, aku lapar,
Setan sudah menabuh genderang,
Taring mengintip perlahan,

Sayang, sudikah kamu...

Jumat, 06 Februari 2015

Serigala I

Kau datang dari arah matahari terbit,
Menghalangi sinarku, mengganti dengan sorotan mata.
Aku si serigala berbulu domba,
Menunggu matahari berganti purnama.

Jadilah kau disini,
Beranikan diri dekati api,
Bermain dengan cakar berkarat, meremehkan tajamnya taring,
Mengertilah sayang, mataku sudah ceritakan semua,
Tak perlu kau menungguku melolong,
Jangan sampai taringku berkelir darah,
Tak perlu, sungguh jangan sampai,
Kau kan tercabik, tergigit,

Kau akan terluka.

Senin, 19 Januari 2015

Pesan Tuk Yang Kemarin

Jangan salahkan aku yang menyelinap pergi dari sisimu,

Tanyakan Tuhanmu siapa takdirmu,


Sungguh, Dia yang menyisipkan nama ditiap – tiap hati ini..

Minggu, 18 Januari 2015

Do'a Hujan

Aku bersyukur saat hujan menahan langkahmu pergi,

Suara rintiknya pula yang memecah keheningan diantara kita,

Hembus dinginnya, memaksa tangn kita saling menghangatkan,,

Aku berdo'a awan tak kehabisan airnya,

Aku berdo'a hujan tak ada ujungnya.

Sabtu, 17 Januari 2015

Setengah Dewa

Tak kusangka kudengar angin bersuara,

Aku belum sampai setengah dewa,

Mungkin sedikit gila,

Kemarin pun berdusta, sekali saja tak apa,

Aku mulai lupa,

Apalah arti dia, mereka dan semua?

Aku menjelang nirwana,

Aku sama sekali bukan dewa,

Hanya sepenuhnya gila.